Giat Opsnal Gabungan Tim Resmob Bersama Res Polres Pelabuhan Makassar

Gambar: Ramalan (pelaku) diapit Tim resmob

Makassar www.transindo-online.com Rabu tanggal 13 Juni 2018 sekitar pukul 02.00 WITA,  di Jalan  Sulawesi Makassar Personil Gabungan Resmob Sat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar & Unit Opsnal Sat Intelkam Polres Pelabuhan Makassar dipimpin oleh Kanit Buser Sat Reskrim IPTU. Mukhlis  didampingi Kanit VI Sat Intelkam AIPTU. Faharuddin melakukan penangkapan terhadap Ramalang alamat Jalan Kandea Makassar.

 

Terkait tindak pidana PENIPUAN sesuai Nomor NO. LP/178/VI/2018/SULSEL/RES PELABUHAN MAKASSAR yang terjadi pada hari Selasa tanggal 12 Juni 2018 pukul 20.00 WITA di TKP Depan Hotel Agus Jl. Nusantara Makassar. Kanit

 

Adapun Identitas Korban
Ardiansyah, TTL Rato 17 Februari 1997, pekerjaan Buruh, Alamat Rato Kec. Lambu Kab. Bima NTB,
Yurismas, umur 19 tahun, pekerjaan Petani, Alamat Kab. Bima NTB,
Subhan, umur 33 tahun, pekerjaan Petani , alamat Kab. Bima NTB.

Kronologis Kejadian, pelaku mendatangi korban dan menawarkan sebuah jam tangan emas (menurut pelaku) seharga Rp.15.000.000 (lima belas juta rupiah) namun korban Ardiansyah cuma memberikan uang sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah), pelaku meminta dompet korban dan mengambil uang sebesar Rp. 1.900.000 ( satu juta sembilan ratus ribu rupiah).

 

Selanjutnya pelaku juga meminta dompet korban lainnya yakni  Yurisman dan  Subhan sebesar Rp. 3.100.000 (tiga juta seratus ribu rupiah), atas kejadian tersebut para korban mengalami kerugian sebesar Rp. 5.300.000 ( lima juta tiga ratus ribu rupiah).

 

Ramalang merupakan residivis tindak pidana penipuan (Hipnotis) yang baru saja keluar dari Rutan beberapa minggu yang lalu terkait kasus yang sama.

 

Pengakuan Ramalang (pelaku) bahwa uang korban telah dikembalikan sebagian dan saat di TKP dirinya bersama Sultan dan Abel, hingga perlu dilakukan penangkapan terhadap ke 2 (Dua) orang tersebut guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

 

Saat ini Opsnal Gabungan masih melakukan pencarian terhadap keberadaan  Sultan dan  Abel.guna penyidikan lebih lanjut, ujar kanit buser sat reskrim polres pelabuhan Makassar, Sadikin, transindo